<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624</id><updated>2011-07-28T08:57:29.643-07:00</updated><category term='Banjar'/><category term='Langensari'/><category term='Headline'/><category term='Baregbeg'/><category term='Sidamulih'/><title type='text'>HR</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-3158824042843516210</id><published>2010-10-05T00:09:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T12:58:55.793-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Langensari'/><title type='text'>Pengembangan Pasar Sampih Belum Bisa Dipastikan Lantaran pengelolaan masih milik perorangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNsYV7GryI/AAAAAAAAAJU/VxxIX7MO7ck/s1600/lahan+parkir.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNsYV7GryI/AAAAAAAAAJU/VxxIX7MO7ck/s320/lahan+parkir.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526880333171437346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langensari, (HR),- &lt;br /&gt;Keinginan warga pasar Sampih Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, untuk penataan dan pengembangan pasar, kemungkinan masih belum dapat diwujudkan. Pasalnya, usulan keinginan warga tersebut, memerlukan proses dan memakan waktu yang panjang.&lt;br /&gt;Pada edisi HR minggu lalu, warga pasar sampih mengusulkan penataan dan pengembangan pasar. Mereka beralasan, pasar sampih memiliki potensi yang sangat besar, baik bagi perekonomian masyarakat, ataupun bagi pendapatan pemerintahan desa.&lt;br /&gt;Hanya saja, mereka juga mempersoalkan mahalnya retribusi pasar yang dipatok terhadap para pedagang. Sementara, fasilitas yang dimiliki pasar masih jauh dari kata nyaman.&lt;br /&gt;Fasilitas yang sangat nampak jelas kurang, diantaranya lahan parkir, WC Umum, dan luas kios para pedagang. Apalagi, ketika itu, banyak warga kota yang sedang mudik membicarakan betapa becek dan kumuhnya kondisi pasar Sampih. &lt;br /&gt;Dalam kesempatan yang sama, Kades Rejasari, Rofi, juga memberikan tanggapan, bahwa pengembangan dan penataan pasar dapat dilakukan oleh pihak desa, seandainya pasar tersebut dibawah pengelolaan desa.&lt;br /&gt;Namun sayangnya, lahan pasar Sampih merupakan milik perorangan. Sehingga pihaknya merasa kesulitan untuk mewujudkan apa yang diinginkan oleh warga pasar. &lt;br /&gt;Sementara itu, Kasie Perlindungan Konsumen, Disperindag Kota Banjar, Eman H, ketika dimintai tanggapan oleh HR, mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara jelas persoalan yang dialami oleh warga pasar Sampih.&lt;br /&gt;Hanya saja, pihaknya berpendapat, jika pengelola pasar merupakan perorangan, maka usulan perubahan tarif retribusi dan pengembangan juga penataan pasar bisa disampaikan secara langsung dengan pengelolanya.&lt;br /&gt;Di tempat terpisah, Kepala UPTD Pasar Banjar, Heri Sapari, ketika ditemui HR, Selasa (5/10), di ruang kerjanya mengatakan, pasar Sampih belum bisa mendapat bantuan dari pemerintah untuk pengembangannya, apabila masih dipegang oleh perorangan. &lt;br /&gt;Terkecuali, menurut dia, ada penyerahan aset terlebih dahulu dari pengelola/ pemilik kepada pemerintah setempat. Dalam hal ini, desa sebagai leading sektor pemerintahan di desa.&lt;br /&gt;Heri menjelaskan, pengembangan mungkin bisa dilaksanakan, tentunya jika kedua belah pihak, antara pihak desa dan pengelola saling menguntungkan. Dia mencontohkan, saat ini desa memiliki dana bantuan dari pemerintah untuk penguatan ekonomi.&lt;br /&gt;”Bisa jadi, dana tersebut membantu pengembangan pasar. Tinggal, bagaimana komitmen dan mekanisme keuntungan pihak-pihak terkait,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Saat disinggung masalah retribusi, Heri menjelaskan, ketentuan dan penetapan retribusi pasar desa, jika pasar itu desa, ada di kebijakan pemerintah desa. Sebaliknya, jika pasar perorangan, bisa jadi kemungkinan ditentukan oleh pengelolanya.&lt;br /&gt;Dia juga mengaku tidak mengetahui apa dan bagaimana, komitmen pengelola dan unsur pemerintahan setempat. Hanya saja, secara logika, dia menilai, sudah barang tentu ada istilah saling menguntungkan dalam hal itu.&lt;br /&gt;”Pemerintah desa, sebagai pemilik wilayah pasti mendapat kontribusi dari pasar Sampih. Bagian ketertiban, keamanan, kebersihan dan lainnya, semua yang bersangkutan dengan pasar, pasti memiliki kontribusi,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Heri berharap, untuk memperjelas keinginan dan penyelesaian persoalan pasar Sampih, pihak pemerintahan desa, pengelola dan para pedagang bisa melakukan diskusi bersama, demi kemajuan pasar Sampih. (dn)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-3158824042843516210?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/3158824042843516210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/pengembangan-pasar-sampih-belum-bisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/3158824042843516210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/3158824042843516210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/pengembangan-pasar-sampih-belum-bisa.html' title='Pengembangan Pasar Sampih Belum Bisa Dipastikan Lantaran pengelolaan masih milik perorangan'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNsYV7GryI/AAAAAAAAAJU/VxxIX7MO7ck/s72-c/lahan+parkir.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-5355342429242376554</id><published>2010-10-05T00:08:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T12:53:54.110-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Langensari'/><title type='text'>Akibat Lalu Lalang Truk Gelugu, Jalan Sindanggalih-Rancabulus-Panyingkiran Rusak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNrN-35dYI/AAAAAAAAAJM/rKgzXXOFbJc/s1600/jln+rancabulus.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNrN-35dYI/AAAAAAAAAJM/rKgzXXOFbJc/s320/jln+rancabulus.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526879055673652610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langensari, (HR),-&lt;br /&gt;Jalur yang menghubungkan Dusun Sindanggalih, Rancabulus dan Panyingkiran Desa Rejasari, kondisinya rusak, berlubang dan digenangi air. Padahal, jalur tersebut belum lama mendapatkan pengaspalan.&lt;br /&gt;Sayangnya, kondisi jalur tersebut sudah mengganggu para pengguna jalan. Terlebih lagi, saat ini cuaca sedang tidak menentu. Sebagian besar badan jalan yang berlubang menjadi digenangi air, layaknya kolam ikan.&lt;br /&gt;Taklim, seorang warga yang biasa melalui jalan tersebut, ketika ditemui HR, Selasa (5/10) mengatakan, menyayangkan jalan yang sudah mendapatkan pengaspalan, namun kondisinya sudah kembali rusak.&lt;br /&gt;Apalagi, menurut dia, nampak sepanjang jalur tersebut, aspal jalan sudah banyak yang terkikis air. Akibatnya, jalanan tersebut menjadi terlihat kembali berbatu kerikil. Bahkan di beberapa titik, menjadi berlubang.&lt;br /&gt;Kepada HR, Taklim menjelaskan, kondisi jalan tesebut menjadi rusak diakibatkan oleh lalu lalangnya kendaraan berat seperti truk pengangkut gelugu (kayu kelapa) yang sering memanfaatkan jalur pendek tersebut.&lt;br /&gt;Untuk menjaga hal itu, dia berharap pemerintah melakukan perbaikan kembali jalan yang sangat berpengaruh bagi kelangsungan perekonomian warga sekitar. Selain itu, seyogyanya dikeluarkan juga anjuran penggunaan dan perawatan jalan bagi pengusaha/ kendaraan berat.&lt;br /&gt;Dengan demikian, semua unsur pengguna jalan, masyarakat juga pemerintah bisa menjaga kondisi jalan yang baik, agar mampu bertahan dan berlangsung lama. (dn)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-5355342429242376554?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/5355342429242376554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/akibat-lalu-lalang-truk-gelugu-jalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/5355342429242376554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/5355342429242376554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/akibat-lalu-lalang-truk-gelugu-jalan.html' title='Akibat Lalu Lalang Truk Gelugu, Jalan Sindanggalih-Rancabulus-Panyingkiran Rusak'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNrN-35dYI/AAAAAAAAAJM/rKgzXXOFbJc/s72-c/jln+rancabulus.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-7112650353776126930</id><published>2010-10-05T00:07:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T12:48:42.327-07:00</updated><title type='text'>Penambang Pasir Bantardawa Hentikan Aktifitas Selama 3 Minggu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNqAGkGitI/AAAAAAAAAJE/_lOQjMk9L6M/s1600/tempat+bongkar+muat+pasir.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNqAGkGitI/AAAAAAAAAJE/_lOQjMk9L6M/s320/tempat+bongkar+muat+pasir.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526877717708311250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat Curah Hujan &amp; Debit Sungai Citanduy Tinggi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langensari, (HR),- &lt;br /&gt;Curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini, bagi sebagian orang membawa berkah tersendiri. Terlebih lagi, orang tersebut memiliki usaha atau penopang hidup yang bergantung pada unsur cuaca/ curah hujan.&lt;br /&gt;Salah satu contohnya saja, usaha para petani yang sehari-hari hidup di daerah tadah hujan. Mereka mengandalkan datangnya hujan untuk mendapatkan penyuburan bagi lahan-lahan milik mereka.&lt;br /&gt;Namun, keadaan itu berbeda dengan para penambang pasir di daerah Dusun Bantardawa Desa Rejasari, Kecamatan Langensari. Selama hampir tiga minggu ini, para penambang pasir di wilayah tersebut tidak berangkat ke Sungai Citanduy yang biasa menjadi andalan penopang hidup mereka, lantaran debit air sungai sedang tinggi. &lt;br /&gt;Siman, seorang penambang sekaligus pengangkut pasir, ketika ditemui HR, Selasa (5/10), di tanggul sungai Citanduy mengatakan, dirinya bersama dengan penambang lainnya sudah hampir satu bulan ini menganggur.&lt;br /&gt;Ia beralasan, curah hujan yang turun pada akhir-akhir ini menyebabkan debit sungai Citanduy menjadi tinggi. Siman khawatir, seandainya dia tetap memaksakan diri menambang pasir, dia akan mendapatkan kesulitan.&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Siman menjelaskan, para pelanggannya yang berasal dari wilayah Sidareja Jawa Tengah, Cikawung, dan beberapa daerah lainnya di Jawa Tengah dan Barat, sejak mengetahui debit air sungai tinggi, mereka mulai tidak datang.&lt;br /&gt;Alasan lainnya, mereka juga mengetahui tidak adanya aktifitas penambangan pasir di Bantardawa. Akibat hal itu, para penambang pasir tidak mendapatkan penghasilan yang sedianya mereka peroleh ketika sungai sedang surut.&lt;br /&gt;Seperti halnya penambang pasir, Siman menceritakan, aktifitas yang selama ini membantu menopang kebutuhan hidupnya terhenti untuk beberapa lama. Padahal, menurut dia, kebutuhan sehari-hari dirinya dan keluarga tidak bisa dihentikan.&lt;br /&gt;Dari aktifitas penambangan pasir tersebut, Siman mengaku mendapatkan sejumlah uang yang lumayan cukup untuk menutupi kebutuhan dapur. Tapi, semenjak banjir (debit tinggi), dia terpaksa harus mencari jalan lain untuk menutupi kebutuhannya.&lt;br /&gt;Kepada HR, Siman menceritakan pekerjaan sementara yang dilakukannya adalah mencari dan memotong kayu yang bisa dijual. Kayu-kayu yang ia cari adalah kayu yang berada di sekitar aliran sungai Citanduy.&lt;br /&gt;Siman berharap, kondisi saat ini tidak berlangsung lama dan berkepanjangan. Alasannya, ia mengaku ingin kembali bekerja dan berakitifitas seperti sedia kala. (dn)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-7112650353776126930?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/7112650353776126930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/penambang-pasir-bantardawa-hentikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/7112650353776126930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/7112650353776126930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/penambang-pasir-bantardawa-hentikan.html' title='Penambang Pasir Bantardawa Hentikan Aktifitas Selama 3 Minggu'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNqAGkGitI/AAAAAAAAAJE/_lOQjMk9L6M/s72-c/tempat+bongkar+muat+pasir.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-5043986106931002721</id><published>2010-10-05T00:05:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T12:37:19.738-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Banjar'/><title type='text'>Soal Dugaan Penyelewengan Dana Bantuan Perdesaan, Kejaksaan Kembali Periksa Kades &amp; Kadus Karyamukti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNnZ2lFF7I/AAAAAAAAAI0/yDEOn6c-etE/s1600/HERU.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 205px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNnZ2lFF7I/AAAAAAAAAI0/yDEOn6c-etE/s320/HERU.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526874861559158706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjar, (HR),-&lt;br /&gt;Kejaksaan Negeri Kota Banjar  kembali memangil pihak-pihak yang terkait dengan kasus dugaan penyelewengan dana bantuan perdesaan di Desa Karyamukti, termasuk Kepala Desa Karyamukti.&lt;br /&gt;Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar Sinta Sasanti, SH., melalui Kasi Itelejen Heru Prasetyo, SH., “Benar kami telah memanggil Kepala Desa Karyamukti untuk dimintai keterangan,” ucapnya, Selasa (5/10).&lt;br /&gt;Lanjut Heru, bukan hanya Kepala Desa Karyamukti yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan, beberapa pihak lainnya yang dianggap perlu untuk dimintai keterangan.&lt;br /&gt;“Tentunya tidak hanya Kepala Desa saja yang kami panggil, kami juga akan memanggil pihak BPD Desa Karyamukti dan Kepala Dusun (Kadus) di wilayah Desa Karyamukti,” ujarnya.&lt;br /&gt;Heru membantah, jika penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Kota Banjar,terhadap kasus penyelewengan dana bantuan perdesaan di Desa Karyamukti terkesan lambat, atau diperlambat proses pemeriksaannya.&lt;br /&gt;“Itu tidak benar. Saya menargetkan penyelidikan untuk memenuhi data awal akan selesai dalam satu bulan kedepan,” ucapnya.&lt;br /&gt;Namun, Heru enggan untuk menjawab mengenai kemungkinan terjadinya pelanggaran korupsi, dalam kasus dugaan penyelewengan dana bantuan desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Karyamukti.&lt;br /&gt;“Saya tidak bisa menjawab hal tersebut. Kita lihat saja kalau memang ditemukan indikasi korupsi, tentunya penyelidikan akan dilanjutkan ketingkat penyidikan, yang akan dilakukan oleh pihak Kasi Pidana Khusus (Pidsus.red),” ujarnya.&lt;br /&gt;Bahkan menurut Heru, sebagai bukti tangung jawab, dirinya akan terus mengawal proses penyidikan yang akan dilakukan oleh Kasi Pidsus, terhadap kasus dugaan penyelewengan dana perdesaan di Desa Karyamukti.&lt;br /&gt;“Sebagai bukti tanggung jawab, saya akan terus mengawal kasus ini hingga persidangan kelak. Kalau memang ditemukan indikasi korupsi yang disangkakan, karena semua data yang akan diajukan merupakan hasil dari penyidikan pihak kami. Maka saya mempunyai tanggung jawab untuk mengawalnya,” pungkasnya.(pjr)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-5043986106931002721?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/5043986106931002721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/soal-dugaan-penyelewengan-dana-bantuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/5043986106931002721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/5043986106931002721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/soal-dugaan-penyelewengan-dana-bantuan.html' title='Soal Dugaan Penyelewengan Dana Bantuan Perdesaan, Kejaksaan Kembali Periksa Kades &amp; Kadus Karyamukti'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNnZ2lFF7I/AAAAAAAAAI0/yDEOn6c-etE/s72-c/HERU.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-6636978408532520579</id><published>2010-10-05T00:02:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T12:05:54.317-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Headline'/><title type='text'>Kisah Lulusan SMA &amp; SMK Di Negeri Ini?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNgAiB6frI/AAAAAAAAAIc/AUdf-frBN7g/s1600/DSC06043.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNgAiB6frI/AAAAAAAAAIc/AUdf-frBN7g/s400/DSC06043.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526866729964830386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Generasi Muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun, satu juta lebih anak muda lulusan SMA/SMK. Kemana mereka selanjutnya? Kebanyakan masuk ke dunia kerja sebagai buruh kasar bergaji pas-pasan. Ya, hanya itulah posisi yang kini disisakan industri untuk mereka.&lt;br /&gt;Sirine panjang meraung-raung di udara tepat pukul 12.00. Sejurus kemudian ratusan buruh bergerombol keluar dari sebuah pabrik industri kayu. Wajah mereka tampak lelah dan berkeringat. Tepat di halaman pabrik, para buruh beristirahat sampai pukul 13.00 masuk kembali. Disaat istirahat buruh diberi makan siang, tapi yang bertugas malam diberi uang makan. Begitulah suasana pabrik di Kota Banjar. Waktu istirahat makan siang di kantin pabrik, jadi saat yang menyenangkan. “Selain makan, kami bisa sekedar meregangkan badan,” kata Ujang seorang buruh.&lt;br /&gt;Bekerja di pabrik kayu lapis itu, menurut Ujang, cukup berat. Buruh bekerja mulai pukul 7 siang hingga pukul 12 bisa dibilang tak pernah henti. Selama mesin hidup, mereka terus bergerak. Seusai istirahat satu jam, mereka mulai kembali bekerja dari pukul 13 hingga pukul 16.00. Pulang ke rumah badan cape sekali. Kalau boleh memilih saya tidak mau jadi buruh. Jadi direktur aja deh, kata Ujang berseloroh.&lt;br /&gt;Meski bekerja keras, hasilnya pas-pasan untuk hidup sebulan. Gaji yang diterima Ujang sebagai buruh kontrak Rp. 165.600 per minggu, jadi sebulan Ujang menerima Rp. 662.800. Ternyata UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) di Kota Banjar Rp. 689.800 perbulan dan di Kabupaten Ciamis UMK Rp. 699.815, jadi penghasilan buruh di pabrik itu lebih rendah dari UMK Banjar. Itulah nasib buruh. Bagaimana sikap pemerintah daerah kepada perusahaan yang menggaji buruhnya tidak sesuai dengan UMK?.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Siapakah para buruh itu?. Kebanyakan mereka adalah lulusan SMA/SMK. Apa mau dikata, ijazah sekolah menengah sekarang ini hanya cukup untuk melamar pekerjaan seperti buruh pabrik, office boy atau kurir, atau pembantu rumah tangga. Padahal, dulu orang yang berijazah SMA, bisa jadi juru tulis, misalnya, bahkan ada yang bisa jadi guru.&lt;br /&gt;Angka pengangguran:&lt;br /&gt;Persoalannya, angka pengangguran sekarang begitu tinggi. Pengangguran usia terbuka 15 tahun di kota dan desa dengan pendidikan SMA atau sederajat pada Agustus 2009 jumlahnya nyaris 3,9 juta orang (Data Kementerian Pendidikan Nasional). Mereka harus bersaing untuk mendapatkan sejemput pekerjaan kasar. Persaingan kian ketat karena lulusan SD, SMP, SMP, SMA/SMK bahkan sarjana juga banyak yang nganggur.&lt;br /&gt;Kalau dapat pekerjaan, nasib tidak langsung membaik. Pasalnya, hampir semua buruh pabrik sekarang dipekerjakan dengan sistem kontrak. Biasanya, kata Icah, buruh diikat kontrak kerja selama satu tahun. Setelah itu, kontraknya bisa diperpanjang atau dihentikan.&lt;br /&gt;Jika sudah begitu, Icah pun harus kembali ke barisan para penganggur, kembali jadi orang merdeka, kata Icah sambil mengeluarkan lidahnya wee... Jadi pengangur atau orang merdeka yang memimpikan pekerjaan di negeri ini sulit. Kata Icah lagi, bukankah negeri ini, bukan lautan tapi kolam susu, negeri yang gemah ripah loh jinawi ini. (Adi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-6636978408532520579?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/6636978408532520579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/kisah-lulusan-sma-smk-di-negeri-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/6636978408532520579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/6636978408532520579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/kisah-lulusan-sma-smk-di-negeri-ini.html' title='Kisah Lulusan SMA &amp; SMK Di Negeri Ini?'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNgAiB6frI/AAAAAAAAAIc/AUdf-frBN7g/s72-c/DSC06043.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-5715382437610766038</id><published>2010-10-05T00:01:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T11:57:17.626-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Banjar'/><title type='text'>Astri Anak Muda Yang Pantang Menyerah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNdcYDTHvI/AAAAAAAAAIU/XOWp35oujEQ/s1600/DSC06543.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNdcYDTHvI/AAAAAAAAAIU/XOWp35oujEQ/s320/DSC06543.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526863909787737842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                                Kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulus sekolah, lalu bekerja menjadi karyawan. Pola semacam itu dilakukan hampir sebagian besar lulusan sekolah menengah. Namun sebagian anak muda memilih jalan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                           Laporan: Abdulloh Muklis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astri (25) yang memilih jadi wiraswasta kecil-kecilan dibidang kerajinan membikin sandal japit bermotif boneka dan buah-buahan, dan membuat tempat pensil bermotif, juga kantong bermotif batik berbahan kain atau kain sopa bahan jok kursi.&lt;br /&gt;Astri yang lulusan sarjana ekonomi ini, menjual sandal japit bermotif untuk anak-anak harganya Rp. 15 ribu dan dewasa Rp. 20 ribu. Harga tempat pensil dan kantong bermotif harganya tidak terlalu jauh berbeda dengan harga sandal japit bermotif.&lt;br /&gt;Bersama beberapa orang pegawainya terdiri dari ibu-ibu rumah tangga, Astri berwiraswasta. Tempatnya di RT 09/04 Lingkungan Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja Kota Banjar. Astri mulai bekerja yang dibantu ibu-ibu rumah tangga itu mulai dari pukul 10.00 sampai dengan pukul 16.0, dengan memperoleh penghasilan ibu-ibu yang bekerja di Astri mendapat upah memotif sandal japit, tempat pensil, atau kantong persatuannya mendapat upah Rp. 4 ribu sehari. Para buruh diperusahaan Astri bisa menyelesaikan 20 pasang, jadi sehari tak kurang ibu-ibu bisa mengantongi Rp. 80 ribu sebagai upah borongan.&lt;br /&gt;Sosok Astri ini adalah anak muda yang ulet. Sebagai seorang sarjana ekonomi, ia tak tertarik menjadi pegawai, karyawan atau buruh. Lebih senang usaha mandiri memanfaatkan ilmu yang disandangnya. Kemana Astri menjual hasil produksinya, selain ke pasar tradisional, juga ke swalayan di Banjar, Banjarsari Ciamis, Tasikmalaya bahkan sampai ke Bandung. Pasarnya melebar ke Semarang, Pemalang, dan Yogyakarta. Pengiriman barang berdasarkan order.&lt;br /&gt;Namun alatnya masih manual, tapi saya tekunin saja sebelum mampu membeli peralatan yang menggunakan mesin. Itu nanti bila sudah modal besar, atau menjadi perhatian Pemkot Banjar dan perbankkan. Yang penting bekerja dulu jangan sampai menganggur, sekalipun bisa membantu ibu-ibu dalam memanfaatkan masa luangnya. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-5715382437610766038?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/5715382437610766038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/astri-anak-muda-yang-pantang-menyerah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/5715382437610766038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/5715382437610766038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/astri-anak-muda-yang-pantang-menyerah.html' title='Astri Anak Muda Yang Pantang Menyerah'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNdcYDTHvI/AAAAAAAAAIU/XOWp35oujEQ/s72-c/DSC06543.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-5047235381621065278</id><published>2010-10-05T00:00:00.001-07:00</published><updated>2010-10-11T11:49:01.740-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Baregbeg'/><title type='text'>Jalan Luwong Baregbeg Rusak Parah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNbSrbzxFI/AAAAAAAAAIM/_1CBrgoJgvw/s1600/poto+jalan+baregbeg.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNbSrbzxFI/AAAAAAAAAIM/_1CBrgoJgvw/s320/poto+jalan+baregbeg.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526861544168866898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Baregbeg,(HR),-&lt;br /&gt; Ruas jalan Kabupaten Ciamis yang mengubungkan baregbeg dan ke tembus daerah Ciilat kondisnya sangat memperihatinkan. Padahal kondisi jalan belum lama mendapatkan perbaikan.&lt;br /&gt; Eva (23), warga Dusun Karangkendal Desa Pusakanagara, pengendara yang setiap hari melalui jalan tersebut, ketika ditemui HR, Senin (4/10) mengatakan, kondisi jalir tersebut sangat mengkhawatirkan. &lt;br /&gt;Menurut Eva, selain mengganggu pengguna jalan dan kendaraan, rusaknya jalan tersebut juga seringkali menyebabkan kecelakaan.&lt;br /&gt; “Saya selalu khawatir ketika melewati jalan daerah luwong itu. Karena selain rusak jalannya, juga menajak dan berbelok, sehingga sering kali pengendara motor maupun mobil harus mengalah. Jika tidak. sering terjadi kecelakaan,” ungkapnya&lt;br /&gt; Eva berharap, pemerintah kab Ciamis sesegera mungkin melakukan perbaikan. Sebab jika dibiarkan terus seperti demikian, bisa membahayakan para pengguna jalan. &lt;br /&gt; Kepala Desa Pusakanagara, Abdul Rozak, ketika ditemui HR, Senin (4/10) membenarkan rusaknya jalan Kabupaten yang berada di daerahnya. Dia juga mengakui, jalan tersebut sering dilalui kendaraan umum.&lt;br /&gt; “Sementara ini jalan luwong belum mendapatkan perbaikan lagi. Karena perbaikan yang dilakukan hanya sampai daerah Ciaren Baregbeg saja. Padahal hampir setiap tanjakan yang ada disini juga mengalami kerusakan yang cukup parah,” katanya.&lt;br /&gt; Rozak melanjutkan, meski sudah ada kerusakan, namun sampai sekarang belum ada peninjauan dari pihak Dinas Binamarga kab Ciamis, yang seharusnya menangani kerusakan seperti itu.&lt;br /&gt; Supena Dipraja, Kabid PPJ Dinas Bina Marga, Kab Ciamis, ketika dikonfirmasi HR, menjelaskan, pihaknya belum bisa melakukan perbaikan jalan tersebut. Namun dia menegaskan,  pihaknya telah mencanangkan perbaikan jalur tersebut pada anggaran tahun 2011.&lt;br /&gt; “Sesuai anggaran DAK tahun 2011, jalan yang belum mengalami perbaikan tentunya akan menjadi prioritas. Namun, itupun dilakukan secara bertahap, sebab tidak hanya satu titik saja yang harus diperbaiki,” pungkasnya (es)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-5047235381621065278?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/5047235381621065278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/jalan-luwong-baregbeg-rusak-parah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/5047235381621065278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/5047235381621065278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/jalan-luwong-baregbeg-rusak-parah.html' title='Jalan Luwong Baregbeg Rusak Parah'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/TLNbSrbzxFI/AAAAAAAAAIM/_1CBrgoJgvw/s72-c/poto+jalan+baregbeg.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-8186568322325915373</id><published>2010-10-05T00:00:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T11:36:25.908-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sidamulih'/><title type='text'>Jalan Citembong Sidamulih Rusak</title><content type='html'>Sidamulih, (HR), -&lt;br /&gt; Sejumlah warga di Kecamatan Sidamulih harapkan perbaikan jalan yang menghubungkan wilayah Citembong Kecamatan Sidamulih menuju Kecamatan Parigi yang saat ini kondisinya rusak parah. &lt;br /&gt;Kondisi ini telah berlangsung kurang lebih 5 tahun, dan hingga kini belum mendapat perbaikan sedikit pun.&lt;br /&gt; Yuyum (30), seorang warga Citembong, ketika ditemui HR, Senin (4/10) menyatakan harapannya akan perbaikan kondisi jalan tersebut. Dengan demikian, roda transportasi bisa berjalan dengan lancer.&lt;br /&gt; Kondisi jalan yang berlobang, serta aspal yang sudah bercampur dengan tanah, dan bebatuan besar menambah terjalnya jalan tersebut, terlebih lagi jika dalam keadaan hujan, jalanan dipenuhi kubangan air yang tertampung dilubang-lubang jalan.&lt;br /&gt; Hal senada juga diungkapkan Kirwanto (56), warga Sidamulih, dia mengatakan, akses jalan tersebut cukup diminati warga yang hendak ke Selasari dan Parigi. Pasalnya jalur tersebut lebih dekat dibandingkan arah Pangandaran. &lt;br /&gt; Ia juga berharap, pemerintah daerah melalui instansi terkait segera memperbaiki jalan tersebut. Ia yakin kalau jalan sudah baik, ekonomi masyarakat sekitar akan lebih meningkat. (Amlus)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-8186568322325915373?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/8186568322325915373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/jalan-citembong-sidamulih-rusak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/8186568322325915373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/8186568322325915373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2010/10/jalan-citembong-sidamulih-rusak.html' title='Jalan Citembong Sidamulih Rusak'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-5347951408113839841</id><published>2009-06-11T16:15:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T02:34:35.679-07:00</updated><title type='text'>Operasi P2TL PLN UPJ Banjar Kota Amankan 893146 KWH</title><content type='html'>Banjar, HR&lt;br /&gt;Krisis energi yang selama ini mengancam pasokan listrik Jawa dan Bali,  mengakibatkan BUMN tersebut melakukan berbagai langkah guna mengantisipasi terjadinya defisist energi listrik. Salah satunya dengan melakukan operasi P2TL terhadap pelanggan listrik, dimana terungkap banyaknya kasus pelanggaran yang dilakukan pelanggan untuk mengurangi beban KWHnya.&lt;br /&gt;Data yang berhasil dilansir HR dari PLN UPJ Banjar Kota berkaitan dengan persentase pelanggaran yang dilakukan pelanggan, terhitung mulai dari bulan Januari sampai dengan Mei 2009 ternyata cukup mencengangkan. &lt;br /&gt;Dari total 7353 pelanggan yang dijaring dalam operasi P2TL di wilayah Banjar Kota, Cisaga, Rancah, Rajadesa, Tambaksari, Selajambe, Subang, Cilebak, Banjarsari, Lakbok, Langen, Langkaplancar, Pamarican, dan Cimaragas, didapatkan 586 temuan kasus pelanggaran. &lt;br /&gt;Sebanyak 27% diantaranya melakukan empat jenis pelanggaran dengan modus mengganggu KWH meter, memperbesar alat pengukur dan pembatas, kemudian membesarkan pembatas (APP), serta penyadapan langsung dari sambungan rumah.&lt;br /&gt;Pelanggaran yang dilakukan masyarakat sebagai konsumen listrik tentunya membawa dampak yang kurang menguntungkan bagi pasokan listrik ke depan. Pasalnya, di samping pemborosan energi listrik akibat gaya hidup yang konsumtif, tindakan pelanggaran dengan mengotak-atik KWH meter dan APP untuk mengakali rekening listriknya, juga menjadi salah satu penyebab defisitnya energi listrik. Karena, kendatipun tertera dalam tagihan listriknya minim, namun faktanya, jumlah KWH yang sudah dimainkan tersebut membengkak.&lt;br /&gt;”Kami sudah beberapa kali melakukan operasi P2TL kepada pelanggan, dan angka persentase pelanggaran masih tinggi akibat belum adanya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya energi listrik ke depan. Maka dari itu kami menghimbau agar masyarakat dapat mengatur penghematan listrik, dengan memenej sendiri pemakaiannya, supaya rekening tidak terlalu mahal, bukan dengan cara mengotak-atik meteran dan alat pengukur pembatas,” ungkap R Hasan Romdhanni, manajer PLN UPJ Banjar Kota pada HR diruang kerjanya, Selasa (9/6).&lt;br /&gt;Operasi P2TL tersebut, lanjut Hasan, berhasil mengamankan 893146 KWH, atau setara dengan nominal  538.039222 rupiah yang dimainkan pelanggan dalam lima bulan terakhir ini. Dengan demikian, pelanggan yang ditemukan melakukan pelanggaran akan  dikenakan sangsi berupa penggantian KWH yang rusak, dan tagihan susulan untuk mengganti jumlah KWH yang ditentukan tersebut.&lt;br /&gt;Sayangnya, operasi P2TL yang sering dilakukan PLN guna mengantisipasi terjadinya kebocoran KWH akibat tangan-tangan jahil tersebut, sering mendapat perlawanan dari pelanggan yang kedapatan melakukan pelanggaran. &lt;br /&gt;Rata-rata pelanggan tersebut berdalih tidak mengetahui adanya tindakan pelanggaran pada KWHnya. Hal itu tentunya mengundang keprihatinan berbagai pihak, karena bagaimanapun tindakan pelanggaran adalah bentuk yang menyalahi aturan.&lt;br /&gt;Kendati demikian, Asep Deni, warga Dusun Cikabuyutan Timur, Kelurahan Hegarsari, mengomentari lemahnya sosialisasi pihak PLN dalam mengantisipasi pelanggaran tersebut.&lt;br /&gt;”Saya menilai masyarakat belum paham benar dengan dampak pelanggaran yang mereka lakukan bisa merugikan banyak pihak. Untuk itu, perlu sosialisasi guna mengantisipasi hal tersebut, dan masyarakat perlu diberi sosialisasi mengenai sanksi yang lebih tegas bagi jenis pelanggaran yang dilakukan,” ujarnya.&lt;br /&gt;Lain halnya pendapat Aep, salah satu pelanggan yang pernah melakukan pelanggaran terhadap KWH meter. Menurutnya, masyarakat saat ini menghadapi krisis global, yang secara otomatis mendorong mereka untuk melakukan pelanggaran tersebut,  karena mungkin sulit mengatur keuangan untuk berbagai kebutuhan, termasuk membayar rekening listrik.&lt;br /&gt;”Awalnya saya juga ditawari teman untuk mengurangi beban rekening listrik dengan engotak-atik KWH, tapi waktu itu saya belum paham bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran. Saya memang cukup diringankan dengan beban tagihan listrik yang tidak lagi membengkak, kendati saya sudah upayakan untuk memakai listrik sehematnya,” tuturnya.&lt;br /&gt;Sementara keluhan Warso, warga Dusun Cimenyan II, Kelurahan Mekarsari mengutarakan sulitnya mengantisipasi pelanggaran dengan modus penyadapan langsung dari sambungan rumah. Menurutnya, pelanggaran ini belum bisa diminimalisir akibat banyaknya warga yang belum melakukan pemasangan baru, karena terbatasnya kemampuan mereka.&lt;br /&gt;”Untuk hal ini cukup dilematis, karena masyarakat yang belum tersentuh bantuan listrik gratis dari pemerintah memang memerlukan listrik dalam aktivitasnya, sementara kemampuan untuk pasang listrik tidak terjangkau, sehingga mereka melakukan penyadapan listrik,” pungkasnya. ( Susi ).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-5347951408113839841?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/5347951408113839841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/operasi-p2tl-pln-upj-banjar-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/5347951408113839841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/5347951408113839841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/operasi-p2tl-pln-upj-banjar-kota.html' title='Operasi P2TL PLN UPJ Banjar Kota Amankan 893146 KWH'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-1686498455514016637</id><published>2009-06-11T07:00:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T02:11:44.294-07:00</updated><title type='text'>2 Ha Sawah di Desa Ciulu Terancam Gagal Panen</title><content type='html'>Akibat Curah Hujan Tinggi dan Akibat Hama Wereng Cokelat&lt;br /&gt;Banjarsari, (HR),-&lt;br /&gt;Akibat curah hujan di desa Ciulu Kec. Banjarsari terus meningkat, petani khawatirkan panen padi di sawah miliknya terancam gagal dan terserang hama wereng coklat. Padahal, kurang dari satu bulan, musim panen segera tiba.  &lt;br /&gt;Kondisi ini merata di setiap sawah milik petani dengan rata-rata luas yang terkena hama wereng coklat satu sampai dua meter persegi. Diantara sawah yang terserang tersebut, pesawahan Citamaga, Kedungkarat, Pangolahan, dan Citamiang. &lt;br /&gt;Jika dijumlahkan, jumlah sawah yang terkena hama wereng coklat di empat blok pesawahan yang ada di desa Ciulu, dan tak kurang dari dua hektar persegi. &lt;br /&gt;Husni (56) salah seorang petani di pesawahan Citamiang desa Ciulu mengaku sekitar tiga meter persegi sawah miliknya terkena hama wereng coklat. Untuk mengantisipasi penyebaran hama tersebut, dirinya terpaksa bolak-nalik mongontrol debit air di sawah miliknya.  &lt;br /&gt;Hal yang senada diungkapkan Ihin (66) salah seorang petani di pesawahan Ciatamaga, ia mengaku kebingungan dengan kondisi padi di sawahnya yang tiba-tiba menguning dan kering, hingga akhirnya mati tersebut.&lt;br /&gt;Kades Ciulu membenarkan kejadian yang dialami warganya itu. Namun demikian, pihaknya sudah mewanti-wanti para petani agar sering mengontrol pesawahan milik mereka. &lt;br /&gt;Untuk itu, pihaknya sudah memberitahukan kepada pihak terkait perihal kondisi pesawahan yang berada di wilayahnya, namun sampai saat ini pihaknya belum ada perhatian. (Amlus)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-1686498455514016637?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/1686498455514016637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/2-ha-sawah-di-desa-ciulu-terancam-gagal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/1686498455514016637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/1686498455514016637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/2-ha-sawah-di-desa-ciulu-terancam-gagal.html' title='2 Ha Sawah di Desa Ciulu Terancam Gagal Panen'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-2639183896471260866</id><published>2009-06-11T06:50:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T02:19:21.767-07:00</updated><title type='text'>Masuki Tahun Ajaran Baru, Wali Murid Khawatirkan Pungutan dari Sekolah</title><content type='html'>Pamarican, (HR),-&lt;br /&gt;Memasuki tahun baru, sebagian orang tua murid merasa waswas dengan adanya pemberlakuan dana sumbangan pembangunan. Pasalnya, pendidikan sekolah dasar dewasa ini sudah gratis.  &lt;br /&gt;Seorang wali murid yang enggan diungkapkan mengatakan, dirinya merasa was-was dengan rumor yang beredar di masyarakat. Pasalnya, berita di masyarakat menerangkan, sekolah akan memungut biaya untuk bangunan kepada para wali murid. &lt;br /&gt;Karena dalam praktiknya, orang tua murid harus mengeluarkan sejumlah dana sumbangan pembangunan (DSP) yang dikenakan oleh sekolah-sekolah (baik negeri atau swasta) dalam penerimaan siswa baru.&lt;br /&gt; “Padahalkan hampir di setiap sekolah terdapat spanduk tentang program sekolah gratis, tapi kenapa masih harus bayar uang pangkal ” katanya.&lt;br /&gt;Ditemui terpisah Kepala UPTD Pendidikan Kec. Pamarican, Lili Suherli ketika ditemui HR di ruang kerjanya, mengatakan akan menindak tegas kepala sekolah yang  memberlakukan uang pangkal atau dana sumbangan pendidikan.&lt;br /&gt;Namun, pihaknya juga tidak bisa menyalahkan jika pengumpulan uang dana sumbangan tersebut adalah hasil kesepakatan antara masyarakat dan pihak sekolah. “jika tidak ada unsur paksaan, kami tidak akan bertindak,” katanya.&lt;br /&gt;Lili menjelaskan, program pendidikan gratis yang dicanangkan pemerintah adalah hanya sebatas biaya oprasional sekolah saja, seperti penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM), “Itu pun sebetulnya sebagai antisipasi untuk siswa yang drop out,” pungkasnya. &lt;br /&gt;Sampai berita ini diturunkan beberapa kepala sekolah dasar yang HR temui enggan mengomentari masalah ini, dengan alasan belum ada pembentukan panitia penerimaan siswa baru.(Amlus)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-2639183896471260866?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/2639183896471260866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/masuki-tahun-ajaran-baru-wali-murid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/2639183896471260866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/2639183896471260866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/masuki-tahun-ajaran-baru-wali-murid.html' title='Masuki Tahun Ajaran Baru, Wali Murid Khawatirkan Pungutan dari Sekolah'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-3390577142524316509</id><published>2009-06-11T06:45:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T02:20:51.570-07:00</updated><title type='text'>Warga Cipicung Pertanyakan Dana Bantuan Lingkungan DKM Nur-Hidayah</title><content type='html'>Empat Ekor Sapi dan 10 Juta  &lt;br /&gt;Padaherang, (HR),-&lt;br /&gt;Warga kampung Cipicung desa Karangsari mempertanyakan dana bantuan untuk lingkungan DKM Nur Hidayah dari calon Bupati Ciamis semasa pendulangan suara tempo lalu. Pasalnya, dana bantuan berupa uang sebesar sepuluh juta rupiah dan empat ekor sapi diduga kurang transparan.&lt;br /&gt;Dari pengaduan salah seorang warga yang namanya enggan dikorankan menuturkan bahwa bantuan tersebut diberikan kepada ketua DKM setempat, Jasirun yang eksistensinya sebagai ketua DKM tidak diakui warga.&lt;br /&gt;Kepada HR, Jasirun membantah bahwa dirinya kurang transparan dalam penerimaan dana bantuan tersebut. Dia mengaku sudah menyalurkannya kepada pengelola.  &lt;br /&gt;  “Saya telah menyalurkan uang sepuluh juta untuk pembangunan kandang sapi yang dikelola IRMA DKM Nur Hidayah dan menambah bangunan sanggar ngaji Nur Hidayah”, dalihnya. Pengurus IRMA sendiri adalah ustad Endin, ust Abdul Rohim, ust Nurholic dan ust Hasyim.&lt;br /&gt;Sementara mengenai keberadaan bantuan berupa empat ekor sapi, menurut pengakuan Sajirun dirinya telah menjualnya sebesar 36 juta. Uang tersebut menurutnya dipergunakan untuk membeli kembali empat ekor sapi metal dengan harga 30 juta.&lt;br /&gt;  “Sisa penjualan uangnya saya berikan kepada pengelola sapi tersebut untuk upah bagi yang memelihara sapi,” pungkasnya. (WH)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-3390577142524316509?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/3390577142524316509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/warga-cipicung-pertanyakan-dana-bantuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/3390577142524316509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/3390577142524316509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/warga-cipicung-pertanyakan-dana-bantuan.html' title='Warga Cipicung Pertanyakan Dana Bantuan Lingkungan DKM Nur-Hidayah'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-8965197196826323785</id><published>2009-06-11T06:40:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T02:22:52.322-07:00</updated><title type='text'>Perpustakaan Desa Mekarjaya Minta Tambahan Koleksi Buku</title><content type='html'>Untuk mensukseskan Proram Gemar Membaca di Wilayah Pedesaan &lt;br /&gt;Baregbeg, (HR),-&lt;br /&gt; Perpustakaan desa Mekarjaya minta tambahan koleksi buku. Pasalnya, koleksi buku yang ada sudah habis terbaca oleh warga. Khususnya koleksi buku anak usia sekolah dasar.  &lt;br /&gt;Idah, pengurus perpustakaan desa Mekarjaya ketika di temui HR minggu lalu mengatakan, kekurangan akan koleksi buku-buku yang kini ada menjadi kendala, pasalnya minat membaca anak-anak mulai cukup tinggi.&lt;br /&gt; “Kini buku yang ada di perpustakaan Desa tidak lagi mencukupi karena setiap hari, anak SD 1 Mekarjaya membaca dan meminjam sehingga kekurangan akan buku sangat terasa sekali,” katanya&lt;br /&gt;Dengan muali meningkatnya minat membaca anak usia sekolah dasar, pihaknya sedikit kewalahan. Alasannya, pepustakaan yang dikelolanya hanya memiliki enam ratus eksemplar buku saja. &lt;br /&gt;Kesemua koleksi buku yang ada sudah hampir terbaca sehingga tidak menutup kemungkinan seandainya koleksi buku tidak ditambah, minat baca pengunjung akan berkurang.&lt;br /&gt; “Saya sebagai petugas perpustakaan merasa kewalahan dengan banyaknya pengujung yang datang untuk menambah pengetahuanya, seandainya tidak terpenuhi, saya khawatir mereka tidak datang kembali,” katanya.&lt;br /&gt;Pihaknya berharap, Perpusda kab Ciamis segera melakukan penanbahan jumlah koleksi buku. Dengan begitu, minat membaca di wilayah pedasaan akan terus berlangsung. &lt;br /&gt;U Zaenudin, Kasubag Tata Usaha perpustakaan Daerah kab Ciamis ketika Ditemui HR diruang kerjanya mengatakan, pihaknya belum bisa memenuhi permintaan tersebut. Alasannya, anggaran dari pemerintah untuk penambahan buku tidak memadai.   &lt;br /&gt; “Saat ini kami belum bisa melakukan penambahan buku lagi untuk perpustakaan yang ada di Desa-desa di wilayah Kec Baregbeg dikarenakan anggaran yang kurang memadai dan kiriman buku dari pemerintahan pusat belum turun lagi,” katanya&lt;br /&gt;Namun, pihaknya berjanji akan menambah koleksi buku seandainya seluruh desa yang ada di kab. Ciamis sudah terpenuhi semua. “Kami akan melakukan penambahan apabila kesemua desa di wilayah Kab Ciamis sudah terpebuhi,”pungkasnya (es)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-8965197196826323785?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/8965197196826323785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/perpustakaan-desa-mekarjaya-minta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/8965197196826323785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/8965197196826323785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/perpustakaan-desa-mekarjaya-minta.html' title='Perpustakaan Desa Mekarjaya Minta Tambahan Koleksi Buku'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-113930521449654104</id><published>2009-06-11T06:35:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T02:24:13.665-07:00</updated><title type='text'>Kantor Pajak Kab Ciamis Minta WP Pahami dan Sadari pajak</title><content type='html'>Ciamis, (HR),-&lt;br /&gt;Guna mensukseskan program pemerintah mengenai perpajakan, Kantor Pelayanan Pajak kab Ciamis ajak masyarakat sebagai wajib pajak (WP) mengerti dan sadar akan kewajiban membayar pajak.  &lt;br /&gt;Kasie Pelayanan Kantor Pelayanan Pajak kab. Ciamis, Ir. Iwan Setiadi S.p,M.Si ketika ditemui HR, Selasa (9/6) mengatakan, perlu adanya kesadaran diri dari masyarakat untuk melapor dan membayar pajak. &lt;br /&gt; Alasannya, kesadaran adalah salah satu modal utama terlaksananya program pajak yang digulirkan oleh pemerintah tersebut. Karenanya, pemahaman akan pajak harus sedini mungkin disampaikan kepada wajib pajak. &lt;br /&gt;Menurut dia, “Setidaknya masyarakat juga harus mengerti apa itu pajak?” Ia menjelaskan, pajak merupakan iuran wajib pajak kepada kas negara berdasarkan undang-undang.&lt;br /&gt; Di dalam undang-undang sudah diatur bagaimana masyarakat menunaikan kewjibannya, dan apa saja yang kemudian menjadi haknya bisa dirasakan dari hasil iurannya tersebut dengan langsung atau tidak langsung. &lt;br /&gt;Lalu, lanjutnya, masyarakat harus memahami untuk apa ada pajak?. Menurutnya, pajak merupakan sumber utama penerimaan negara. Tanpa pajak, sebagian besar kegiatan negara tidak dapat dilaksanakan. &lt;br /&gt; “Karena pajak merupakan sumber pendapatan negara, jika tidak ada pendapatan, bagaimana negara bisa melakukan pembangunan. “Bisa kita bayangkan pertanyaan ini, apakah kita sudah bayar pajak? lalu, contohnya, apakah kita merasa sudah andil unutk pembangunan jalan yang selama digunakan,?” katanya.&lt;br /&gt; Selanjutnya, penggunaan uang pajak yang sudah dibayarakan oleh wajib pajak tersebut meliputi, pembayaran gaji pegawai negeri, pembiayaan berbagai proyek pembangunan. &lt;br /&gt; Pembangunan sarana dan prasarana umum seperti jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit/ puskesmas dan kantor polisi. “Kesemua itu dibangun dari hasil iuran wajib pajak pada pemerintah,” katanya &lt;br /&gt;Kasi Pengawasan dan Konsultasi I Kantor Pelayanan Pajak kab. Ciamis, Tanda Pangaribuan, SE.Ak,.MM, ketika ditemui HR mengenai surat keterangan fiskal (SKF) mengatakan, pihaknya mengeluarkan sesuai dengan ajuan dan pemenuhan piutang pajak yang bersangkutan. &lt;br /&gt;“Seandainya segala urusan mengenai pajak yang harus dibayarkan wajib pajak sudah selesai, kami bisa mengeluarkan SKF tersebut. Jika belum beres, kami tidak akan mengeluarkannya,” katanya. &lt;br /&gt; Dia menambahkan, sudah ada ketentuan yang berlaku bagi wajib pajak yang mengikuti tender pemerintah. Dan SKF merupakan salah satu syarat yang harus disertakan di dalamnya. &lt;br /&gt;“Hanya, kami mengembalikan hal tersebut kepada pihak panitia pelaksana proyek, karena yang lebih mengetahui dan memahami bagaimana persyaratan tersebut digunakan dalam pelaksanaannya,” katanya. (dn)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-113930521449654104?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/113930521449654104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/kantor-pajak-kab-ciamis-minta-wp-pahami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/113930521449654104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/113930521449654104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/kantor-pajak-kab-ciamis-minta-wp-pahami.html' title='Kantor Pajak Kab Ciamis Minta WP Pahami dan Sadari pajak'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-1801455734147216923</id><published>2009-06-11T06:30:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T02:25:12.460-07:00</updated><title type='text'>Hari Jadi Kab Ciamis Monoton, dan Terkesan Hura-Hura</title><content type='html'>Ciamis, (HR),- &lt;br /&gt; Dalam rangka peringatan hari jadi ke 367, pemerintahan kab. Ciamis dianggap masih belum dapat menanggulangi dan mengatasi berbagai masalah yang menimpa masyarakatnya.&lt;br /&gt; Selain itu, agenda dan rangkaian acara peringatan hari jadi pun terkesan hanya untuk hura-hura. Padahal, daripada menggelar acara yang setiap tahun monoton itu, anggaran yang dikeluarkan seharusnya digunakan untuk membantu meringankan kesulitan yang ada di tengah masyarakat. &lt;br /&gt; Hal tersebut dikatakan Asep Gumilar, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Galuh Ciamis, ketika ditemui HR, Rabu (10/6) di sekretariat BEM Unigal.   Ia mengatakan, pihaknya menyayangkan hal tersebut. &lt;br /&gt; Asep beralasan, dengan adanya peringatan hari jadi setidaknya pemkab. Ciamis melakukan evaluasi, apakah sejauh ini sudah memberikan sumbangsih (kesejahteraan) yang berarti kepada masyarakatnya?. &lt;br /&gt; Menurutnya, dari pada hanya untuk menggelar rangkaian acara yang tidak memiliki kejelasan tindak lanjut setelah itu, pemkab lebih baik memberikan bantuan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan untuk meringankan beban kehidupan mereka sehari-hari. &lt;br /&gt;“Jika melihat rentetan agenda hari jadinya, sepertinya tidak ada bedanya dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya, dari pada itu, anggaran besar yang dikeluarkan sebaiknya diarahkan kepada hal-hal yang sifatnya membantu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.&lt;br /&gt;Dia pun menjelaskan, pada momentum hari jadi ini, pemkab diharapkan bisa melihat realita yang sebenarnya terjadi di tengah masyarakat. Sebagian besar masyarakat di beberapa pelosok kab. Ciamis masih dilanda buta huruf. &lt;br /&gt;Buktinya, pada penambahan daftar pemilih tetap (DPT) pemilu legislatif kemarin dan DPT Pilpres mendatang. Banyak diantara masyarakat yang tidak berinisiatif mendaftarkan diri menjadi pemilih kepada pihak penyelenggara.&lt;br /&gt;Meskipun ada penambahan, inisiatif tersebut tidak berangkat dari kesadaran masayarakat sendiri. Namun, inisiatif penyelenggara yang tidak ingin mendapatkan komplain dari berbagai elemen. &lt;br /&gt;“Artinya, ketika masyarakat menjadi pemilih, memang bukan atas dasar kesadaran dan keinginan sendiri. Kemungkinan besar masyarakat kita benar-benar belum bisa baca tulis, akibatnya mereka tidak faham dan banyak yang tidak mendaftar,” katanya. &lt;br /&gt;Dia juga menjelaskan, “Dapat dibuktikan juga pada antusiasme (kecenderungan) masyarakat untuk membuat KTP (kartu tanda penduduk) yang masih berkurang di beberapa daerah. Diantaranya, sebagian masyarakat tidak membuat KTp karena tidak mengerti manfaat dan kegunaanya,” katanya.     &lt;br /&gt;Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unigal, Cecep Cahya Supena, SH,MH ketika ditemui HR, Rabu (10/6) mengatakan, Ciamis sudah cukup kondusif.&lt;br /&gt;Menurut dia, pada peringatan hari jadi ciamis, masalah targetan yang sudah dicapai oleh kab. Ciamis merupakan suatu hal yang harus dipertahankan. Sedangkan yang belum dicapai kemungkinan terganjal oleh suatu problem, sehingga dia pun berharap pemerintah terus mengejar guna mencapai target tersebut. (dn)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-1801455734147216923?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/1801455734147216923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/hari-jadi-kab-ciamis-monoton-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/1801455734147216923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/1801455734147216923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/hari-jadi-kab-ciamis-monoton-dan.html' title='Hari Jadi Kab Ciamis Monoton, dan Terkesan Hura-Hura'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-6455615334201037659</id><published>2009-06-11T06:25:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T02:26:31.691-07:00</updated><title type='text'>Desa Karangbenda Rencanakan Empat Program Pembangunan</title><content type='html'>Parigi, (HR),-&lt;br /&gt;Desa Karangbenda rencanakan percepatan program pembangunan. Pihak desa menargetkan tahun 2009-2010, pembangunan infrastruktur jalan dan pembangunan desa lainnya bisa tuntas. &lt;br /&gt;Kepala Desa Karangbenda, Kec. Parigi Ir. Aris Paryadi, mengatakan, ada empat kegiatan yang akan dikerjakan dalam rencana program pembangunan desa pada tahun 2009-2010. &lt;br /&gt;Yang pertama, proyek pengerasan sekaligus pengaspalan jalan poros Desa sepanjang 400 m yang berlokasi di blok Pogor Dusun Bojong Malang yang berhubungan dengan Desa Cintakarya.&lt;br /&gt; “Diharapkan dengan selesainya jalan jalur poros desa, sarana perekonomian masyarakat di dua Desa itu dapat berjalan lancar, sehingga dari hasil pertanian bisa meningkat seperti gula, kayu dan kelapa, “ ujarnya, kepada HR, di ruang kerjanya, beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;Selain itu, lanjut Aris, akan dibangun pula jalan antar kampung sepanjang 600 m yang berlokasi di Dusun Karangbenda yang menghubungkan ke Dusun Bojongmalang. Pembangunan proyek jalan tersebut didanai dari bantuan PPIP (Program Pembangunan Inprastruktur Pedesan) yang dikucurkan Pemkab Ciamis tahun anggaran 2009 dengan dana sebesar Rp. 100 juta.&lt;br /&gt;Ketiga, kata Aris, pihaknya juga saat ini akan menyelesaikan gedung olah raga sekaligus tempat ruangan serbaguna dengan kapasitas daya tampung sekitar 400 orang. “Dana yang dibutuhkan untuk penyelesaian gedung serba guna ini berkisar Rp. 900 juta dan kita optimis tahun 2010 Gedung Serba Guna bisa rampung,” ujarnya.&lt;br /&gt;Selain pembangunan infrastrukur, tambah Aris, pihaknya pun memiliki kegiatan pembangunan ekonomi masyarakat. Di bawah binaan Tim Penggerak PKK Desa Karangbenda, kini memiliki 10 kelompok warungan yang sumber dananya berasal dari dana Raksa Desa dan Dana UEDSP. &lt;br /&gt;“Pengembangan dalam program ekonomi ini bertujuan untuk memberikan kehidupan kepada masyarakat, agar mereka tidak perlu berhubungan dengan rentenir dalam menjalankan usahanya,“ ujarnya.&lt;br /&gt;Sementara di sektor pertanian, Desa Karangbenda mengalami masalah, yakni, dalam hal persoalan pengairan yang hingga kini belum teratasi. Menurut  Ketua Kelompok Tani Desa Karangbenda Dedi Sudarman, 25 tahun kebelakang di daerahnya merupakan wilayah penghasil padi yang cukup potensial. Namun, belakangan ini produksi padi di daerahnya sangat mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;“Penurunan produksi padi di desa kami disebabkan oleh sistem pengairan yang tidak optimal akibat rusaknya beberapa mata air yang diakibatkan dari hutan gundul,” imbuhnya. Karenanya, Dedi berharap Pemkab Ciamis segera membangun Cekdam untuk mengatasi kesulitan air untuk lahan pertanian. (Ukan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-6455615334201037659?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/6455615334201037659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/desa-karangbenda-rencanakan-empat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/6455615334201037659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/6455615334201037659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/desa-karangbenda-rencanakan-empat.html' title='Desa Karangbenda Rencanakan Empat Program Pembangunan'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-3322351288260351769</id><published>2009-06-11T06:20:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T02:28:20.197-07:00</updated><title type='text'>Kades Neglasari Pertanyakan Inventaris Desa yang Dijual Mantan Pjs</title><content type='html'>Pamarican, (HR),-&lt;br /&gt;Kepala Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican pertanyakan kejelasan tanah desa (Bengkok) seluas 200 bata yang digadaikan sebesar sembilan juta oleh mantan Pjs kepala desa periode sebelumnya. &lt;br /&gt;Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan alasan dijualnya gedung BPP dan hasil kayu makam Cipamutih yang dijual dengan dengan harga 2,5 jt oleh mantan Pjs tersebut. Hal tersebut terungkap dari Ikin Asikin kepada HR di raung kerjanya.  &lt;br /&gt; Menurutnya, sampai hari ini, pihaknya menunggu mantan Pjs menunjukkan i`tikad baiknya. Padahal, sejumlah tanah, gedung dan kayu merupakan aset dan inventaris pemerintahan desa.    &lt;br /&gt;Ia menjelaskan, sebelum ia menjabat kembali menjadi kepala desa Neglasari, ia menyerahkan jabatan kepada As (Pjs), namun, di tengah perjalanannya, As menjual dan menggadaikan inventaris desa tersebut.   &lt;br /&gt;Pihaknya mengancam akan melakukan tindakan tegas dengan melaporkan perkara tersebut kepada pihak yang berwajib jika As (mantan Pjs) tidak memberikan kejelasan secara pasti kepada pihaknya.   &lt;br /&gt;Camat Pamarican melalui Sekretarisnya, Rahmat Iskandar ketika dikonfirmasi HR di ruang kerjanya mengenai masalah ini mengatakan, belum menerima laporan yang dialami kepala desa Neglasari tersebut.&lt;br /&gt;Namun, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti hal tersebut dengan mecari tahu duduk permasalahan yang sebenarnya. “Kami akan melakukan penulusuran perkara, bagaiman hal ini terjadi,” katanya. &lt;br /&gt;Hingga berita ini diturunkan, HR belum bisa menkonfirmasi saudara AS karena berdomisili di kota Banjar. (Amlus/ andri )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-3322351288260351769?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/3322351288260351769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/kades-neglasari-pertanyakan-inventaris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/3322351288260351769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/3322351288260351769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/kades-neglasari-pertanyakan-inventaris.html' title='Kades Neglasari Pertanyakan Inventaris Desa yang Dijual Mantan Pjs'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-816886718652695234</id><published>2009-06-11T02:14:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T02:15:36.791-07:00</updated><title type='text'>Pengrajin Parud Dampasan Alami Penurunan Permintaan</title><content type='html'>Banjarsari, (HR),-&lt;br /&gt;Perajin parud di dusun Dampasan, Desa ratawangi, setahun belakangan mengalami penurunan omzet permintaan dari para pelnggan. Pasalnya, penurunan tersebut akibat banyaknya alat parud serupa yang terbuat dari bahan yang lebih praktis dan canggih. &lt;br /&gt;Rajiman (50) salah seorang pemilik usaha parud ketika ditemui HR mengaku telah lama berkecimpung dengan usaha ini. Dirinya sudah hampir sekitar 80 tahun-an melakoni usaha membuat parud. &lt;br /&gt;Dalam seminggu, dirinya dua kali memasarkan barang kerajinannya itu ke sejumlah pedagang alat-alat dapur di pasar Banjarsari, Ciamis dan kota Banjar. Biasanya, di mematok harga per satu buah parud sebesar 3000 rupiah kepada para pedagang di pasar. &lt;br /&gt;Meskipun keuntungannya sedikit, menurut mereka, usaha yang selama ini mereka geluti itu cukup untuk menutupi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Namun, semenjak adanya persaingan jenis parud yang lebih canggih, mereka mengalami penurunan permintaan.  &lt;br /&gt;“Namun, setahun belakangan ini permintaan dari pasar jumlahnya terus mengurang, kalau dulu setiap pengiriman mencapai seratus buah, kali ini paling hanya 80 buah perminggu,” katanya.  &lt;br /&gt;Sementara itu, Homsati (52) warga dusun Dampasan yang sudah bergelut dengan supit, palu, kawat, dan kayu (alat membuat parud) selama 20 tahun ketika ditemui HR mengaku dalam sehari bisa membuat parud sampai 10 buah. &lt;br /&gt;Ia mendapat upah sebesar tiga ribu hingga tiga ribu lima ratus rupiah dalam satu hari. Untuk pembuatan satu buah parud, ia hanya menghabiskan waktu selama setengah jam saja.   &lt;br /&gt;Homsati bersyukur di usianya yang sudah lanjut ini permintaan parud masih ada, sehingga ia masih bisa mendapatkan uang dari hasil tangannya. Namun, diakuinya, permintaan pasar belakangan ini semakin menurun.  &lt;br /&gt;Kepala Desa Ratawangi, H Sumitro ketika dikonfirmasi HR diruang kerjanya mengatakan potensi desa Ratawangi cukup banyak. Khususnya, dalam bidang kerajinan. Seperti pengrajin parud, kopiah, bilik, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Untuk itu, pihaknya berniat akan mendata UKM yang ada di desanya. Kemudian pihaknya juga akan melakukan musyawarah dengan pengurus desa guna membentuk koperasi sebagai perluasan pemasaran. (amlus)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-816886718652695234?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/816886718652695234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/pengrajin-parud-dampasan-alami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/816886718652695234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/816886718652695234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/06/pengrajin-parud-dampasan-alami.html' title='Pengrajin Parud Dampasan Alami Penurunan Permintaan'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-5043176451154317350</id><published>2009-05-19T08:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T08:46:49.463-07:00</updated><title type='text'>Soleh Setahun Terbaring Akibat Benjolan di Pantat</title><content type='html'>Baregbeg,(HR),-&lt;br /&gt; Soleh (48) warga dusun Cikapas Desa Sukamulya Kecamatan Baregbeg kini hanya bisa terbaring di atas tempat tidur setelah satu tahun lebih penyakit yang mengerogoti tubuhnya tidak kunjung ada kesembuhan.&lt;br /&gt; Awal kejadian, dirinya menyangka benjolan yang terdapat di bagian pantatnya itu benjolan biasa seperti halnya bisul.  Dan dirinya mengangap apa yang dialami itu tidak berbahanya.&lt;br /&gt;Namun, setelah sekin lama, benjolan tersebut tidak sembuh dan menunjukan adanya perubahan (mengecil). Baru, dirnya menyadari bahwa apa yang menempel di badannya merupakan penyakit yang berbahaya.&lt;br /&gt; Eno (35) kerabat Soleh, yang selalu setia mengantarnya pergi berobat, ketika di temui HR Sabtu (16/5) mengatakan, penyakit yang diderita saudaranya itu terbilang langka.&lt;br /&gt;Ia beralasan, memang, di awal pemeriksaan ke rumah sakit Ciamis, benjolan yang diderita soleh tidak terdeteksi dan dinyatakan tidak berbahaya. Namun, setelah lama, justru malah kondisinya dinyatakan sangat berbahaya..&lt;br /&gt; “Saya heran, karena hasil pemeriksaan dokter RS Ciamis, yang mengambil sampel daging dan di periksa di laboratorium RS Banjar, ditemukan penyakit yang berbahaya, tapi justru sekarang malah dinyatakan sudah parah,” katanya&lt;br /&gt; Kini, pihaknya beserta keluarga tidak bisa berbuat apa-apa demi menyembuhkan sodaranya itu. Pasalnya, biaya yang harus dikeluarkan melebihi target pendapatan keluarganya.   &lt;br /&gt; Hal itu disebabkan, harga dan biaya berobat bagi mereka terlalu mahal. Jika melihat keadaan ekonomi keluarga saat ini. “Kami tidak apa-apa lagi. Biaya berobat yang terlalu besar, sedangkan kondisi kami tidak memungkinkan,” katanya.&lt;br /&gt; Akhirnya terpaksa, soleh hanya berobat seadanya saja. Dengan hanya pergi memeriksakan kondisinya ke seorang mantri saja. Ia menambahkan, dalam sekali berobat keluarganya harus mengeluarkan biaya sekitar enam juta rupiah. &lt;br /&gt;Uang sebesar itu hanya untuk kemo atau penyinaran (Membunuh akar penyakit pada benjolan). &lt;br /&gt; Kepala dusun Cikapas, Apan ketika ditemui HR mengatakan, kondisi warganya itu sekarang sudah sanagat memperihatinkan. “Terlebih, saat ini, soleh tidak bisa pergi berobat lagi karena jamkesmas yang dimilikinya tidak bisa menutupi kebutuhan berobatnya,” katanya. &lt;br /&gt; Namun dari itu, pihaknya berharap, pemerintah kab. Ciamis memberikan uluran tangan kepada warganya yang menglami penyakit yang berbahaya agar bisa disembuhkan dengan segera. (es)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-5043176451154317350?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/5043176451154317350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/05/soleh-setahun-terbaring-akibat-benjolan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/5043176451154317350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/5043176451154317350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/05/soleh-setahun-terbaring-akibat-benjolan.html' title='Soleh Setahun Terbaring Akibat Benjolan di Pantat'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1929520816398806624.post-6300859472931588594</id><published>2009-05-19T08:44:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T08:46:09.650-07:00</updated><title type='text'>Akibat Terkikis Hujan, Tebing Jalan Utama Saguling Longsor</title><content type='html'>Baregbeg,(HR),-&lt;br /&gt; Sejak beberapa minggu terakhir jalan di dusun Desa Saguling Kec Bregbeg amblas dan belum diperbaiki. Hal tersebut terjadi akibat hujan yang terus menguyur menghancurkan tebing setinggi sepuluh meter.&lt;br /&gt; Kini antara tebing dan jalan aspal diberi batas agar pengendara bisa mengetahui adanya kerusakan jalan. Karena, aspal jalan mulai hancur dan banyak kendaraan yang melewati tempat tersebut.&lt;br /&gt;  Didi sopir angkutan jurusan Ciamis-Jalatrang yang melewati jalan tersebut ketika ditanya HR, Minggu (17/5) mengatakan, jalan utama yang menghubungkan dua desa antara Saguling dan Sukamulya tersebut sering dilalui kendaraan roda dua dan empat, seyogyanya pemerintah segera melakukan perbaikan. &lt;br /&gt; “Padahal jalan itu sering dilewati angkot dan kendaraan bermotor, tapi kenapa jalan yang ablas tersebut hingga saat ini belum juga diperbaiki,” katanya&lt;br /&gt; Ia berharap, pemerintah untuk cepat menanggapi kondisi infrastuktur jalan yang berada di daerah tersebut. Dengan begitu, laju transportasi yang melalui kawasan itu bisa kembali lancar.&lt;br /&gt; Ade Eris (35), seorang warga, saat ditemui HR, mengatakan, dirinya selalu khawatir apabila ada pengendara melewati jalan tersebut, terlebih ketika ada yang lewat dan secara bersamaan dari arah berlawanan, maka salah satu kendaraan harus mengalah demi menghindari terjadinya benturan.&lt;br /&gt; “Saya selalu khawatir bila ada pengendara yang lewat, karena selain menyempitnya badan jalan, tidak menutup kemungkinan mengakibatkan terjadinya kecelakan.,”ungkapnya &lt;br /&gt; Di tempat berbeda, Kepala Desa Saguling, Surachman, ketika ditemui HR mengakui kondisi tebing jalan yang amblas akibat guyuran hujan itu. Ia mengatakan, pihaknya telah melaporkannya kepada pihak Pemkab Ciamis.&lt;br /&gt; “Kami telah memberitahukan amblasnya tebing jalan didaerah kami ini bahkan sudah mengajukan permohonan agar segera diperbaiki, tapi sampai saat ini belum ada juga tanggapan, alasannya, belum ada anggaran,” katanya. Selasa (19/5)&lt;br /&gt; Untuk itu, Surachman dan warga Saguling berharap pemkab. Ciamis bisa segera memperbaiki sarana dan prasarana pedesaan.&lt;br /&gt; “Tak sedikit dari masyarakat, pengendara maupun pejalan kaki mengeluhkan kondisi jalan yang amblas tersebut, kami berharap pemerintah bisa mewujudkan apa yang diinginkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (es)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1929520816398806624-6300859472931588594?l=harapanrakyatnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/feeds/6300859472931588594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/05/akibat-terkikis-hujan-tebing-jalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/6300859472931588594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1929520816398806624/posts/default/6300859472931588594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harapanrakyatnews.blogspot.com/2009/05/akibat-terkikis-hujan-tebing-jalan.html' title='Akibat Terkikis Hujan, Tebing Jalan Utama Saguling Longsor'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yarg0JqBCIU/Si54hywEfpI/AAAAAAAAAFk/jxCf47xxTbo/S220/deni+baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
